Beranda Umum Bahan Kain untuk Baju Gamis, Silakan Coba 13 Jenis Berikut Ini

Bahan Kain untuk Baju Gamis, Silakan Coba 13 Jenis Berikut Ini

Bahan Kain Baju Gamis
Image: Pixabay

Apakah Anda ingin memulai bisnis baju gamis?, Bisnis ini tentu sangat menguntungkan jika dijalani dengan serius, dimulai dari keseriusan mencari bahan kain baju gamisnya hingga proses pemasarannya.

Berbagai model baju gamis beredar di pasaran dengan berbagai bahan kain yang nyaman digunakan. Mungkin Anda salah satu pengusaha yang baru bergelut dalam memproduksi baju gamis, tapi baru-baru ini Anda merasa penjualan berkurang. Mungkin hal itu disebabkan karena bahan baju yang kurang bagus.

Nah, di artikel ini saya akan memberikan daftar berbagai jenis bahan baju gamis yang bisa Anda gunakan untuk bisnis baju gamis Anda, yuk langsung saja simak artikel berikut ini.

1. Kain Katun

Kain katun adalah merupakan bahan pakaian yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Katun sendiri sebenarnya terbuat dari bahan kapas. Katun juga dikenal dengan nama cotton, yang mana benang maupun kainnya berasal dari serat kapas.

Katun mudah dijumpai di berbagai toko di pasaran sebab memang ia dijadikan sebagai produk tekstil oleh berbagai industri pakaian. Oh ya, kapas yang dimaksud di sini adalah kapas alami. Jadi katun dibuat dari serat alami kapas tersebut.

2. Kain Jersey

Kain Jersey adalah kain rajutan yang digunakan terutama untuk pembuatan pakaian. Awalnya terbuat dari wol, namun sekarang terbuat dari wol, kapas, dan serat sintetis. Jenis bahan jersey sendiri punya nama baik di kalangan pecinta gamis.

Kelebihan dari kain ini sendiri, tidak kusut, anti pudar, kainnya fleksibel dan elastis tanpa distorsi, sejuk, mudah dicuci, nyaman Ketika dipakai, pilihan warna yang banyak, dan harga terjangkau. Kekurangan dari kain ini serat tipis dan transparan.

Baca juga:  Model Baju Terbaru Atasan Wanita

3. Kain Linen

Bahan kain linen adalah produk tekstil yang terbuat dari serat alami tanaman Rami (Boehmeria Nivea). Kain linen terkadang juga disebut kain katun, namun bukan dari jenis serat kapas (cotton) sebagaimana Toyobo. Jenis-jenis kain Linen pada umumnya memiliki serat yang kuat, tebal, agak kaku dan terkesan casual (mudah kusut).

4. Kain Rayon

Rayon atau kain rayon adalah kain yang dibuat dari serat hasil regenerasi selulosa. Serat yang dijadikan benang rayon berasal dari polimer organik, sehingga disebut serat semisintesis karena tidak bisa digolongkan sebagai serat sintetis atau serat alami yang sesungguhnya.

Dalam industri tekstil, kain rayon dikenal dengan nama rayon viskosa atau sutra buatan. Kain ini biasanya terlihat berkilau dan tidak mudah kusut. Serat rayon memiliki unsur kimia karbon, hidrogen, dan oksigen.

5. Kain Crepe

Kain Crepe adalah salah satu kain unik yang banyak dimintai kaum hawa. Kain ini merupakan jenis kain yang mempunyai sifat lentur, fleksibel, tidak kaku, dan ciri yang paling terlihat adalah mempunyai tekstur seperti butiran kerikil di permukaannya.

Kain ini tergolong kain yang tebal, sehingga cocok digunakan dalam pembuatan gamis. Ada banyak jenis yang kain crepe di pasaran, seperti Wool Crepe, Crepe de Chine, Crepe Georgette, Bubble Crepe, dan masih banyak lagi.

6. Kain Polyester

Bahan polyester adalah salah satu bahan kain yang dibuat oleh manusia. Bahan polyester bukan berasal dari alam, melainkan melalui proses kimiawi. Kata polyester sendiri berasal dari dua kata, polymer yang berarti plastik dan ester yang merupakan hasil pencampuran minyak bumi, alkohol, dan asam karboksilat.

7. Kain Wolfis

Kain wolfis adalah kain yang terbuat dari 100% polyester. Nama asli dari kain ini adalah woolpeach namun saat masuk ke Indonesia menjadi wolfis.

Adapun karakteristik utamanya adalah jika diraba, akan terasa halus, sedikit tipis, tapi tidak menerawang.

Baca juga:  Berikut Pahala dan Keutamaan Shalat Terawih dari Malam Pertama Sampai Dengan ke-30

8. Kain Cotton Combed

Kain Cotton Combed adalah jenis katun (cotton) yang sangat halus, dimana pada proses pembuatannya serat katun diproses secara khusus sebelum diputar di mesin pemintal. Secara umum cotton combed ini lebih mahal dibandingkan kain katun biasa. Bahan Cotton combed juga terlihat lebih rata karena serat benangnya yang halus.

Karena sifat bahan cotton combed yang sangat halus dan kuat, bahan ini sering digunakan untuk bahan sprei atau bahan pakaian seperti kaos, yang bersentuhan langsung dengan kulit manusia. Kaos dengan bahan cotton combed sangat cocok digunakan di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia karena sifatnya yang menyerap keringat.

9. Kain Balotelli

Kain Balotelli adalah sejenis kain yang bahannya cukup tebal dengan tekstur yang sangat khas. Motif atau jenis kainnya membentuk kotak-kotak kecil yang bergaris. Adapun ciri khas yang dimiliki oleh jenis kain ini menjadikannya amat mudah dikenal dan dibedakan dengan jenis kain lainnya.

Akan tetapi, ada juga yang menyebut bahwa kain Balotelli termasuk jenis kain katun. Sekalipun bukan asli 100% katun melainkan berupa serat campuran.

Sebenarnya, bahan untuk membuat kain Balotelli ini masih diragukan, apakah masuk ke dalam jenis katun atau tidak. Namun, karena memiliki perbedaan yang cukup terlihat dari jenis katun, maka ia tidak digolongkan jenis katun.

10. Kain Maxmara

Kain maxmara adalah kain yang mirip dengan kain satin. Namun, kain maxmara memiliki tekstur yang lembut, adem dan nyaman di kulit. Kain Maxmara jika diraba akan terasa lembut dan jika dilihat lebih seksama, serat kainnya lebih rapi dan lebih baik daripada kain Satin.

Namun yang harus diketahui bahwa, kain Maxmara dibagi menjadi tiga jenis. Mulai dari yang terbaik Maxmara Lux, Maxmara Galaxy dan Maxmara Midi.

11. Kain Ceruti

Kain ceruti merupakan kain yang mempunyai tekstur mirip dengan sifon. Bahkan kain ini bisa dikatakan sebagai kain turunan dari kain sifon. Walaupun kain ini mempunyai permukaan yang mirip dengan kulit jeruk, namun kain ini tetap halus ketika diraba. Bahkan kain ini lebih halus dibanding kain sifon sendiri.

Baca juga:  Maulid Nabi, Mengenal Rasulullah SAW Lebih Dekat, Berikut Biografinya

Adapun kain ceruti mempunyai beberapa jenis, yaitu: Kain Ceruti Georgette, Ceruti Georgette, Ceruti BabyDoll, Ceruti Diamond, Ceruti Ultimate, dan Ceruti Amunzen.

Adapun kelebihan dari kain ini adalah elegan, semi premium, tidak mudah melar, mudah perawatan, tipis tapi kuat, dan bahanya tidak panas.

12. Kain Chiffon (Sifon)

Kain Chiffon atau yang biasa disebut juga dengan Sifon. Kain Chiffon biasanya dibuat dari bahan katun, sutra, nilon, rayon, polyester ataupun campuran dari kain-kain tersebut. Karakteristik dari bahan ini adalah tipis, agak menerawang, halus, licin, dan jatuh.

Dalam pengaplikasiaannya untuk pembuatan baju gamis biasanya harus menggunakan tambahan furing atau lapisan dalam lagi.

13. Kain Satin Velvet

Kain satin merupakan sejenis bahan kain yang memiliki ciri khas halus dan licin pada bagian permukaanya. Jika dilihat secara sepintas bahan satin sebenarnya memiliki ciri khas dan tampilan yang hampir mirip dengan bahan sutera, meski serat penyusunan sebenarnya berbeda. Sehingga keduanya terasa lembut di kulit, bahan kain satin umumnya memiliki permukaan yang lebih licin dibanding dengan bahan sutera.

Kesimpulan

Baju gamis salah satu jenis pakaian yang digemari oleh kebanyakan kaum hawa, sehingga membuat banyak permintaan dipasar. Nah, ini menjadi peluang bagi pengusaha yang ingin menjual baju gamis. Agar baju gamis Anda mudah terjual tentu harus mempunyai nilai lebih, dimulai dari harga yang terjangkau dan bahan kain yang nyaman dan bagus.

Itu dia artikel tentang Bahan Kain untuk Baju Gamis, semoga bermanfaat ya geng. Jangan lupa baca juga Kain yang Sering Digunakan untuk Bahan Pakaian.

Mau kenal sama kami lebih jauh Anda bisa temukan kami di Twitter dan Facebook.

Komentar