Beranda Bisnis Menanam Bunga Matahari Selama Di Rumah Aja, Bisa Jadi Bisnis Sampingan Menjanjikan

Menanam Bunga Matahari Selama Di Rumah Aja, Bisa Jadi Bisnis Sampingan Menjanjikan

Menanam Bunga Matahari Selama Di Rumah Aja, Bisa Jadi Bisnis Sampingan Menjanjikan
Image: Pixabay

Selama di rumah aja karena pandemi virus corona (cara mencegah virus corona) yang masih berlangsung di Indonesia saat ini, menanam bunga matahari (Helianthus annu L) bisa menjadi bisnis sampingan yang menjanjikan. Pasalnya, bunga matahari bukan bunga yang hanya menjadi tanaman pribadi saja, melainkan bisa juga untuk kepentingan komersial.

Bunga matahari menjadi tanaman yang tidak hanya indah, namun juga bisa menghasilkan banyak olahan, seperti kwaci, benih bunga matahari, dan minyak biji matahari. Produk-produk hasil olahan bunga matahari tersebut bisa menjadi produk yang menjanjikan untuk mendapatkan pemasukan tambahan selama di rumah aja.

Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir dengan kondisi keuangan Anda selama di rumah aja karena bisa memperoleh pemasukan tambahan dari menanam bunga matahari. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selengkapnya pada panduan menanam bunga matahari.

Pemilihan Bibit Bunga Matahari

Pemilihan Bibit Bunga Matahari

Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum menanam bunga matahari adalah memilih bibit bunga matahari.

Agar bunga matahari yang ditanam berkualitas dan mampu menghasilkan produk yang baik, bibit bunga matahari yang dipilih pun harus bibit bunga matahari yang berkualitas. Berikut ciri-ciri indukan yang bisa menghasulkan bibit bunga matahari berkualitas atau unggul:

  1. Tinggi batang indukan bunga matahari berkisar antara 1 – 3 meter.
  2. Batang indukan bunga matahari yang berkualitas biasanya berbentuk basah.
  3. Daun indukan bunga matahari yang unggul memiliki bentuk hati dan merupakan daun tunggal.
  4. Bunga yang dihasilkan dari indukan bunga matahari biasanya berukuran besar.

Ada 3 jenis bunga matahari yang biasanya ditanam dan dibudidayakan, yaitu mammoth grey, evening sun, dan velvet queen. Bunga matahari jenis mammoth grey biasanya berukuran sangat besar dan tingginya mencapai 2 meter. Lalu, untuk bunga matahari jenis evening sun biasanya memiliki warna bunga bervariasi, seperti kuning dan oranye. Sementara itu, bunga matahari velvet queen paling berbeda karena memiliki warna bunga merah darah.

Baca juga:  Cara Menjalankan Bisnis Online Agar Menguntungkan

Berikut ciri-ciri bibit dari ketiga varietas tersebut:

  1. Evening sun: warna benih bervariasi mulai dari putih sampai hitam
  2. Mammoth grey: warna benih putih bercorak garis hitam coklat dan berukuran besar
  3. Velvet queen: benih memiliki ukuran yang lebih kecil

Penyemaian Bibit Bunga Matahari

Penyemaian Bibit Bunga Matahari

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penyemaian bibit bunga matahari agar tumbuh menjadi bunga matahari yang baru.

  1. Periksa suhu lingkungan terlebih dahulu. Bunga matahari memerlukan waktu 80 – 120 hari untuk tumbuh dan menghasilkan biji baru. Akan tetapi, waktu ini relatif tergantung dengan varietasnya masing-masing. Selain itu, suhu yang diperlukan oleh bunga matahari untuk tumbuh berkisar antara 64 – 91oF atau 18 – 33o
  2. Benih yang sudah disiapkan sebelumnya dimasukkan ke dalam tisu yang sudah dibasahi. Namun, tisu tidak perlu sampai terlalu basah, secukupnya saja. Jika sudah sedikit basah, letakkan bibit di tengah tisu lalu lipat. Hal ini berguna untuk merangsang pertumbuhan bibit menjadi tunas agar lebih baik saat ditanam. Biarkan bibit selama 1 – 2 minggu di dalam tisu.
  3. Bibit yang sudah dibiarkan dalam tisu selama 1 – 2 minggu tadi lalu ditanam ke dalam tanah yang sudah disediakan sebagai media tanam. Biasanya butuh waktu sekitar 11 hari untuk benih muncul ke permukaan tanah.
  4. Jika dalam 2 – 3 hari benih tidak tumbuh, maka bisa dilakukan pemotongan tepi kulit biji. Namun, pemotongan ini perlu dilakukan dengan sangat hati-hati agar bagian dalam benih tidak rusak. Jika sudah dipotong, kemudian ditetesi air agar menjadi lembab.

Media Tanam Bunga Matahari

Media tanam yang bisa digunakan untuk menanam bunga matahari adalah kombinasi antara tanah dan kompos. Perbandingan keduanya adalah 3:1 dengan jumlah 3 untuk tanah dan 1 untuk kompos. Penggunaan kompos sebagai media tanam sendiri karena kompos memiliki mikro dan makronutrien yang mampu membuat tanah menjadi lebih subur. Selain itu, perlu ada pupuk tambahan untuk mendegradasi tanah yang keras menjadi gembur dan menambahkan nutrisi pada tanah.

Baca juga:  Cara Mudah Mengubah Blogspot.com dengan Nama Domain Sendiri

Setelah itu, bibit bunga matahari yang sudah dipilih dimasukkan ke dalam media tanam yang sudah disediakan. Caranya dengan menancapkan bagian runcing pada benih bunga matahari dan tidak menutupnya secara menyeluruh. Usahakan ada sisa yang masih muncul di permukaan tanah.

Pembibitan bisa dilakukan di polybag atau pot yang menggunakan komposisi tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Setelah itu, siram tanaman dengan air secara rutin dan tempatkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Proses Perawatan Bunga Matahari

#Penyiraman

Penyiraman yang dilakukan kepada tanaman bunga matahari tidak boleh sembarangan. Saat bunga matahari masih menjadi tunas, siram tunas dengan jarak 7,5 – 10 cm dari tanaman. Hal ini bertujuan agar tunas yang masih kecil dan rapuh tidak hanyut terbawa oleh air.

Jika memang tanaman bunga matahari sudah mulai muncul batang, maka penyiraman bisa dilakukan seminggu sekali. Kelembapan tanah pun juga perlu terus dijaga agar tanaman bisa tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.

#Pemupukan

Pemupukan pada tanaman bunga matahari pun tidak boleh sembarangan. Ada jenis-jenis pupuk tertentu yang harus digunakan sesuai dengan umur bunga matahari. Jika bunga matahari sudah berusia 1 bulan, pupuk yang cocok digunakan yaitu pupuk organik cair. Jika sudah mendekati 2 bulan, maka pupuk organik cair bisa menjadi pilihan dengan dosis sesuai umur tanaman.

Hasil Menanam Bunga Matahari

Hasil panen tanaman bunga matahari bisa beragam. Biasanya, ada tiga produk yang rame di pasaran untuk menjadi produk bisnis yang cukup laris. Ketiganya adalah bibit bunga, kuaci, dan minyak bunga matahari.

#Bibit bunga

Bibit Bunga Matahari
Image: Pixabay

Produk bibit bunga matahari menjadi produk yang paling mudah diproduksi. Hal ini dikarenakan Anda tidak perlu memiliki lahan yang sangat luas untuk menghasilkannya. Cara penjualan dan pembuatannya mudah.

Baca juga:  6 Langkah Sukses Membangun Bisnis Dropship

Anda bisa menjual dalam bentuk per kilo atau ons. Anda juga bisa menjual dalam bentuk per biji sesuai dengan kualitas dan jenis bibit yang akan Anda jual. Bahkan, jika lahan Anda sudah cukup luas, Anda bisa menyetok ke petani bunga matahari yang lain.

#Kuaci

Kuaci

Kuaci adalah olahan biji bunga matahari selainnya. Jika ingin bisa menyuplai kuaci dalam jumlah banyak, memang diharuskan memiliki lahan yang luas untuk bisa menyuplai ke pabrik kuaci.

Akan tetapi, permintaan kuaci ini tentunya akan selalu ada karena kebutuhan pabrik kuaci sangat besar. Dengan demikian, produk Anda akan selalu terjual habis dibeli oleh pabrik kuaci.

#Minyak bunga matahari

Minyak bunga matahari
Image: Pixabay

Minyak bunga matahari biasanya digunakan sebagai bahan baku untuk produk kecantikan. Banyak perusahaan kosmetik yang menggunakan bahan minya nabati yang berasal dari bunga matahari sebagai salah satu komposisi yang terkandung di dalam produknya.

Dengan masih minimnya produk minyak bunga matahari dan semakin besarnya permintaan produk kosmetik, bukan tidak mungkin produk ini bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Bahkan, petani lokal saat ini saja baru bisa memenuhi 10% dari total kebutuhan pabrik.

Mau kenal sama kami lebih jauh kamu bisa temukan kami di Twitter dan Facebook.

Artikel sebelumnyaPentingnya Peran Orang Tua Terhadap Anak Dalam Mengenali Minat dan Bakat
Artikel selanjutnyaSukseskan Usaha dengan Menerapkan Cara Memasarkan Produk dengan Baik dan Tepat!

Komentar