Beranda Umum D.B. Cooper, Pembajak Pesawat Misterius yang Belum Terungkap Hingga Sekarang

D.B. Cooper, Pembajak Pesawat Misterius yang Belum Terungkap Hingga Sekarang

D.B. Cooper
Image: fbi.gov

Pada tahun 1971, D.B Cooper membajak pesawat terbang dan meminta tebusan sebesar $200.000, kemudian menghilang setelah melompat dengan parasut dari pesawat tersebut. Kasus pembajakan maskapai penerbangan yang tidak dapat dipecahkan hingga sekarang.

Siapakah D.B Cooper?

Seorang pria yang dikenal sebagai D.B Cooper menggunakan bom untuk membajak pesawat terbang dari Portland, Oregon, ke Seattle, Washington, pada tanggal 24 November tahun 1971.

Setelah pesawat mendarat di Seattle, seluruh penumpang diturunkan dan uang $200.000 sudah disiapkan, pembajak juga meminta parasut. Kemudian pesawat terbang menuju Mexico City. Ditengah perjalanan, Cooper melompat dari pesawat dan seketika menghilang.

FBI menghabiskan waktu bertahun untuk menginvestigasi kasus ini, kasus ini disebut juga NORJAK, untuk pembajakan di barat laut. Sudah ratusan terduga di periksa dan $5.800 uang tebusan ditemukan, pembajak pesawat tidak pernah teridentifikasi.

Pada tahun 2016 FBI mengatakan proses investigasi ini ditutup, walaupun sudah diberikan keputusan pemberhentian investigasi namun ketertarikan public atas kasus ini tidak redup.

Pembajakan

24 November 1971, seorang pria menamai dirinya Dan Cooper membeli tiket seharga $18.52 untuk tujuan dari Portland ke Seattle menggunakan pesawat Northwest Orient Airlines penerbangan 305.

Di dalam pesawat Boeing dia membawa minuman alkohol bourbon dan soda, merokok, dan memberi catatan kepada pramugari untuk diumumkan kalau dia membawa bom. Dia menunjukkan kepada petugas sebuah koper yang berisi kabel dan tongkat merah.

Kapten pesawat diberitahu kalau pembajak meminta tebusan sebesar $200.000 serta empat parasut.

Untuk menyiapkan uang dan parasut memerlukan beberapa jam, jadi pesawat berputar-putar di langit sampai uang dan parasut ready. Setelah sampai di Seattle, 36 penumpang dan dua kru pesawat turun setelah ditebus.

Baca juga:  10 Youtuber Terkaya di Dunia PewDiePie Paling Buncit (2020)

Pesawat, termasuk didalamnya empat orang anggota kru – 2 pilot, seorang insinyur penerbangan, dan seorang pramugari – lalu lepas landas ke Kota Meksiko. Cooper meminta pesawat diterbangkan dibawah 10.000 kaki, dengan kecepatan 200 knot.

Saat kru di kokpit, Cooper menurunkan tangga dibelakang pesawat lalu cepat melompat setelah jam 8:00 malam. Pesawat melanjutkan penerbangan ke Reno, Nevada. Berita yang tersebar mengenai pembajak pesawat, kesalahan reporter yang menyebut nama pembajak pesawat D.B Cooper bukannya Dan Cooper. Kesalahan penamaan ini sudah terlanjur di konsumsi public.

Investigasi

Setelah penerbangan, sketsa wajah pembajak berhasil dibuat. FBI mendeskripsikan Copper sebagai “Pria putih, tinggi 185 cm, berat 77-79 kg, umur pertengahan empat puluhan, warna kulit olive, mata cokelat, rambut hitam, potongan rambut biasa belah samping kiri.

Agen FBI mengumpulkan bukti, termasuk clip-on dasi dan 8 batang rokok, namun Cooper tidak meninggalkan catatan tebusan.

Agen juga melakukan investigasi di TKP serta menginterview beberapa saksi. Lebih dari 800 terduga datang ke biro pemeriksaan di 5 tahun awal investigasi.

Menghilang

Menurut satu teori kalau Cooper tidak selamat, pasrah Ketika melompat atau kondisi ditempat dia mendarat. Dia melompat saat kondisi lagi badai, dengan kecepatan angin 322 km per jam, dan kemungkinan dia tidak sempat membuka parasutnya.

Sekalipun parasutnya terbuka, tapi tidak akan bisa dikendalikan karena angin badai. Dan mendarat ditempat yang berduri, banyak ranting-ranting, dan medan berhutan pada malam hari tentu sangat berbahaya, terutama untuk seorang pria yang hanya menggunakan parasut, sepatu pantofel, dan jas hujan.

Penegak hukum ikut juga dalam penerbangan bersama pembajak tapi tidak melihat Cooper melompat. Beberapa penggemar Cooper berspikulasi bahwa jalur penerbangan yang digunakan FBI dalam penyelidikan, Cooper sebenarnya meninggalkan pesawat saat berada ditempat yang disebut “Jalur Penerbangan Barat”, sekitar 11 km lebih jauh ke barat. Oleh karena itu perburuan mungkin telah berfokus pada area yang salah.

Baca juga:  9 Tips Mudah Agar Blog Diterima Google Adsense Dalam Sekali Daftar

Uang Tebusan

Tahun 1980, seorang anak laki-laki kemping dengan keluarganya lalu menemukan uang sebesar $5.800 yang terkubur di tepi sungai Columbia di Washington. Nomor serial untuk notanya berhubungan dengan kasus Cooper.

Adapun, lokasi penemuan ini dekat Portland, Oregon, yang berjarak beberapa mil dari tempat Cooper melompat dari pesawat di Washington, Ariel.

Kemudian area tersebut ditelusuri namun tidak ada bukti lain yang ditemukan.

Tersangka

Sejak 1971, banyak pria yang sudah datang dengan dugaan sebagai Cooper. Diantara mereka adalah:

Robert Rackstraw, adalah veteran militer dengan pelatihan parasut yang mana beberapa kali melanggar hukum. Dia dihapus dari dugaan tersangka oleh FBI. Tapi tahun 2018 sesama veteran mengatakan dia telah memecahkan kode pesan yang diduga dikirim oleh Cooper yang melibatkan Rackstraw.

Sebelum Rackstraw meninggal tahun 2019, dia pernah memberikan komentar samaran tentang kasus tersebut daripada menyangkal atas keterlibatannya pada kasus tersebut.

Tahun 1972 Richard Floyd McCoy Jr. membajak pesawat Boeing 727, dengan tipe yang sama seperti Cooper targetkan. Setelah dia menerima tebusan, McCoy terjun payung dari pesawat. Meskipun ini cocok dengan M.O., McCoy tidak mirip dengan sketsa Cooper. Setelah berhasil melarikan diri pada 1974, McCoy telah meninggal karena tembakan polisi.

Lynn Doyle keponakan Cooper, Maria Cooper, dilaporkan pada tahun 2011 bahwa pada tahun 1971 dia mendengar pamannya berkata, “Kita berhasil, masalah keuangan kita sudah selesai, kita membajak pesawat terbang.” FBI kemudian menginvestigasi tetapi mengesampingkan Lynn sebagai tersangka.

Kenneth Christiansen, seorang penerjun payung militer yang bekerja untuk Northwest Orient Airlines, yang dicurigai sebagai Cooper oleh saudaranya. Setahun setelah pembajakan, Christiansen mampu membeli sebuah rumah dengan tunai.

Baca juga:  10 Prinsip Mendengarkan yang Efektif dan Mudah di Praktekkan

Berpindah Ke Kasus Terbaru

Tahun 2016, FBI mengumumkan proses investigasi kasus Cooper di tutup agar penyidik bisa fokus ke kasus lain. Bukti-bukti yang sudah ada akan di amankan. Namun, puntung Rokok Cooper dari pesawat, yang bisa mengandung DNA hilang.

Warga sipil terus mencari petunjuk. Tahun 2020, seorang ilmuan amatir membagikan informasi bahwa dia telah menemukan potongan mikroskopis dari ganggang (“diatom”) di atas uang yang telah digali pada tahun 1980.

Diatom pada uang kertas ini hanya mekar dimusim semi, dan uang kertas itu hanya memiliki satu musim diatom. Ini berarti uang tersebut tidak jatuh ke dalam air pada saat Cooper melompat November 1971, ini hanyalah satu teori.

Media

Kasus Cooper telah menjadi inspirasi film, seperti film thriller tahun 1981 The Pursuit of D.B. Cooper. Film dokumentar pada Channel Sejarah D.B. Cooper: Case Closed? dan project mendatang yang diproduksi oleh HBO dan BBC telah menyelidiki kasus ini.

Lagu dan buku juga mendapat inspirasi dari Cooper. Selain itu, festifal tahunan di Ariel, Washington, membantu menjaga minat pada Cooper tetap ada.

Itu dia artikel tentang D.B. Cooper, Pembajak Pesawat Misterius yang Belum Terungkap Hingga Sekarang, semoga bermanfaat ya geng. Jangan lupa baca juga Cara Membuat Sertifikat Online Otomatis.

Mau kenal sama kami lebih jauh Anda bisa temukan kami di Twitter dan Facebook.

Komentar