Beranda Bisnis Memulai Bisnis, Ketahui 8 Hal Berikut Ini Agar Usaha Anda Sukses

Memulai Bisnis, Ketahui 8 Hal Berikut Ini Agar Usaha Anda Sukses

Memulai Bisnis
Image: Pixabay

Apakah Anda ingin memulai bisnis?, Tentu untuk memulai bisnis banyak hal yang harus dipersiapkan, dimulai dari modal dan lainnya.

Namun tidak hanya itu saja, Anda harus mempersiapkan diri juga, dalam hal ini pengetahuan tentang memulai bisnis. Anda bisa belajar dari pengalaman-pengalaman pengusaha sukses bagaimana mereka memulai bisnis hingga sukses.

Pada artikel ini saya akan memberikan 8 nasehat memulai bisnis berdasarkan pengalaman pengusah-pengusaha yang sudah sukes dengan bisnis mereka, simak terus ya guys.

1. Sadarilah berwirausaha adalah lari maraton

Nasdaq jatuh setahun setelah kami memulai perusahaan Bluemercury. Selama setahun setengah, tidak ada jalan untuk kami meningkatkan modal ventura dan kami harus memikirkan bagaimana caranya membangun bisnis dengan pendapatan dan cash flow. Sekarang perusahaan kami sudah melewati dua resesi.

Kebanyakan pengusaha fokus bagaimana cara perusahaan mereka keluar dari krisis dalam beberapa tahun. tapi banyak hal selalu berubah, dan hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana Anda dari awal. Oleh karena itu, fokuslah membangun perusahaan yang besar untuk jangka waktu yang Panjang. Ingat, berwirausaha adalah lari maraton bukan lari cepat. —Marla Beck, co-founder and CEO of Bluemercury

2. Memastikan ada permintaan untuk produk dan layanan yang Anda jual

Berwirausaha selalu menuntut Anda untuk bekerja keras dan lebih banyak belajar tentang diri Anda daripada yang Anda bayangkan. Ini memberikan imbalan yang menguntungkan – akan tetapi tidak menjamin. Ketika suatu hal sudah menjadi intens, Anda kehabisan modal, dan Anda ingin menyerah, ingatlah penjualan mungkin tidak menyelesaikan masalah, tetapi Anda tidak dapat mengatasi masalah tanpa penjualan.

Perusahaan bisa bekembang kalau konsisten mengahasilkan profit, jadi perusahaan tetap dapat bertahan seandainya terjadi krisis ekonomi. Sebelum memulai bisnis, jangan lupa lakukan survey untuk mengetahui jumlah permintaan pasar untuk produk dan layanan Anda.

Baca juga:  Peluang Usaha Minuman Alpukat Kekinian, Bisa Jadi Bisnis Sampingan Menjanjikan !

Setiap penjualan harus menghasilkan profit, idialnya 50 persen. Kemudian Anda baru bisa mencari karyawan, jadi Anda bisa fokus pada pekerjaan yang ingin Anda lakukan. Catat semua daftar kerjaan Anda dan bangunlah satu system, jadi semua orang bisa melakukan kerjaan Anda nantinya. Tapi yang paling penting, belajarlah bagaimana cara menjual! —Matt Mead, founder and CEO of Mead Technology Group, EpekData, and BrandLync

3. Ketahuilah, Anda pasti akan melakukan kesalahan di awal

Jangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengumpulkan informasi. Salah satu cara untuk mengembangkan bisnis Anda hanya dengan melakukan – lakukan segera. kemudian Anda harus cepat update akan informasi, analisis hasil, dan lakukan perubahaan jika dibutuhkan. Mungkin di awal Anda akan sering melakukan kesalahan. Tapi jika Anda gesit, Anda bisa memperbaikinya.

Carilah cara memdapatkan uang secara cash dan dapatkan bayaran dimuka. Semakin banyak uang tunai yang Anda dapat, semakin mudah Anda mengkalkulasikan resiko. Anda tidak bisa mendapatkan keuntungan tanpa kerugian.

Investasikan untuk diri Anda dan yakinlah Anda akan mewujudkannya. Ketika Anda “gagal” anggap saja itu sebagai pelajaran. Setiap kali Anda mencoba dan gagal, maka Anda akan semakin banyak belajar dari kesalahan. Yang bisa membuat Anda gagal kalau Anda menyerah. —Joshua Harris, founder of Agency Growth Secrets

4. Sabar dan pastikan Anda mempunyai modal yang cukup

Siapapun yang memulai bisnis baru harus mengerti penuh mengenai timeline dan kebutuhan pendanaan agar bisnis bisa selamat dalam fase awal. Saya berharap mengerti berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan pendapatan yang memungkinkan bisnis saya bertahan dan berkembang.

Hampir setengah dari semua bisnis kecil gagal karena tidak mempunyai dana yang cukup. Merencanakan tentu membutuhkan waktu yang lama dari yang direncanakan untuk menghasilkan profit, dan pastikan anda mempunyai simpanan sumber modal.

Setiap startup mempunyai timeline yang berbeda-beda untuk menghasilkan profit, dan kemungkinan gagal pasti selalu ada. Tetapi jika Anda mempunyai pendanaan yang memadai, maka kesempatan Anda untuk gagal akan berkurang. —Guy Sheetrit, CEO of Over The Top SEO

5. Lupakan apa yang anda ingin jual

Kebanyakan pengusaha terlalu fokus pada pemasaran dan menjual sesuatu dengan mengabaikan apa yang klien inginkan kemudian apa yang bisa klien dapatkan dan bisa tidak menyelesaikan permasalahan klien. Perusahaan yang profit itu lebih mengenal pelanggan daripada pelanggan mengenal mereka sendiri. Mereka menjual nilai, dampak, dan apa hasil yang bisa pelanggan mereka dapat.

Baca juga:  Tips Memulai Bisnis Ternak Lele di Lahan yang Sempit

Selalu seperti gelas kosong. Jangan pernah berasumsi kalau Anda sudah tahu jawabannya. Selalu mendengar dan memahami masalah dan mimpi audience anda. Tidak pernah telat untuk memperbaiki, memperluas, atau menyesuaikan apa yang Anda jual ke klien Anda. Ketika Anda sudah melakukan itu, perusahaan Anda menjadi langka yang memproduksi tapi tidak ingin menjual – mereka akan membeli. —David Newman, best-selling author of “Do It! Marketing” and creator of the Speaker Profit Formula; host of the iTunes Top 50 business podcast “The Speaking Show”.

6. Bersiaplah untuk berubah

Sekolah bisnis tidak bisa mengajarkan Anda, Anda belajar dari menemukan bisnis. Ketika Anda sudah berurusan dengan orang, ide, dan pasar, maka tidak peduli seberapa bagus rencana bisnis Anda.

Pelajaran pertama adalah mendapatkan partner bisnis Anda. Pastikan mereka mempunyai kepribadian yang baik, stabil secara keuangan, dan selalu ada waktu Ketika dibutuhkan. Mereka juga harus selalu ada di dalam pelaksaan bisnis.

Kedua, model atau lini produk bisnis Anda jangan terlalu rumit. Sederhana, mudah di eksekusi, dan rencana yang elegan adalah yang terbaik.

Ketiga, persiapkan perubahan dengan cepat berdasarkan perubahan pasar dan kebutuhan. Mengenal pelanggan Anda dengan baik dan dengarkan apa yang mereka bilang. —Peter Hernandez, president of the Western Region at Douglas Elliman; founder and president of Teles Properties

7. Dengarkan pelanggan Anda

Pemikiran yang usang akan memberitahu Anda bahwa memulai bisnis harus dengan rencana bisnis dan produk. Tetapi Ketika kami memulai The Boutique Hub, saya belajar keras cara mengidentifikasi produk yang masih layak, implementasi, dan mendapatkan feedback pelanggan adalah hal terpenting.

Ketika pertama kali memulai bisnis, saya memulainya dengan sebuah rencana dan produk yang masuk akal kesaya, tetapi tidak sesuai dengan pasar. Malahan hampir menghancurkan bisnis saya.

Baca juga:  5 Jenis Usaha Sampingan Modal Kecil yang Menjanjikan

Saya memulai lagi dan buru-buru untuk menemukan apa yang benar-benar pelanggan kami butuhkan. Kemudian saya menawarkannya, bahkan dengan harga, detail, dan tata letak yang tidak tepat. Saya melakukannya tanpa sedikitpun modal, hanya untuk belajar dari mereka.

Sekali kami mendapatkan produk yang sesuai dengan pasar, kami menambahkan hal-hal detail yang diperlukan untuk mengembangkan produk kami. Selalu ingat, pelanggan Anda akan memutuskan jika bisnis Anda sudah berjalan, bukan rencana bisnis Anda. Pertama Ujicoba pasar Anda, kemudian jalankan bisnis Anda. —Ashley Alderson, founder and CEO of The Boutique Hub; cancer survivor, motivational speaker, seven-figure entrepreneur, and host of “Boutique Chat”

8. Selesaikan masalah

Selalu tanyakan pada diri Anda kebutuhan dan masalah apa yang bisa produk dan layanan Anda jawab. Jika tidak ada permintaan atau ketertarikan di pasar maka Anda perlu memikirkan ulang ide bisnis Anda.

Pertama kali saya memulai bisnis karena saya butuh satu alat yang bisa mengirim pesan secara otomatis dalam jumlah banyak ke pelanggan saya. Saya punya sedikit keahlian pemograman, lalu saya langsung mewujudkannya. Ternyata, banyak di luar sana yang butuh alat seperti ini.

Lebih dari 20 tahun kemudian mendapat respon lebih dari 350.000 pelanggan. Kemudian Saya membangun perusahaan kedua yaitu ClickMeeting. Di GetResponse, kami butuh meningkatkan komunikasi dengan tim seluruh dunia. Kami tidak bisa menemukan solusi sesuai kebutuhan kami, jadi kami membangun perusahaan kedua. Sekarang ClickMeeting sudah menyebar hingga 160 negara dan melayani lebih dari 100,000 pelanggan. —Simon Grabowski, founder and CEO of ClickMeeting.

Itu dia artikel tentang 8 Hal yang Harus Anda Ketahui Sebelum Memulai Bisnis, semoga artikelnya bermanfaat ya. Jangan lupa baca juga Cara Memulai Usaha, Berikut 7 Tips yang Harus Anda Terapkan.

Mau kenal sama kami lebih jauh Anda bisa temukan kami di Twitter dan Facebook.

Komentar