Beranda Umum Pengertian Upah: Faktor Penentu, Aspek Keadilan, dan Hubungan Upah Terhadap Kepuasan Kerja

Pengertian Upah: Faktor Penentu, Aspek Keadilan, dan Hubungan Upah Terhadap Kepuasan Kerja

Pengertian Upah
Pengertian Upah

Setiap pekerja pasti mengharapkan upah, tentunya upah yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan, karena kepuasan kerja setiap karyawan sangat ditentukan oleh seberapa besar gaji yang diberikan, maka semakin besar gaji yang diberikan maka semakin bagus.

Seperti yang kamu tahu besaran gaji sangat ditentukan oleh jabatan yang di emban dan juga jenis perusahaan tempat dia bekerja. Tentu saja bekerja di perusahaan BUMN lebih besar gajinya dibandingkan bekerja di perusahaan Swasta.

Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan pengertian upah dan juga hubungan upah dengan kepuasan kerja. Kami berharap setelah kamu baca artikel ini maka sudah mulai tahu apa itu upah dan seberapa besar perannya terhadap kepuasan pekerja. Yuk langsung saja simak artikel berikut.

A. Pengertian upah

Secara psikologis, upah bukan hanya imbalan berupa uang, tetapi merupakan wujud penghargaan perusahaan kepada pekerja. Karena upah bentuk penghargaan, maka upah berperan besar dalam menentukan motivasi pegawai.

Pengertian upah menurut ahli dan badan negara

1. Menurut undang-undang No. 25 Tentang Ketenagakerjaan

Upah adalah hak pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha kepada pekerja atas suatu pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan, ditetapkan, dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan atau peraturan perundang-undangan termasuk tunjangan bagi keluarganya.

Baca juga:  8 Jenis Kain yang Sering Digunakan untuk Bahan Pakaian Beserta Penjelasannya

2. Menurut Edwin D. Flippo

Upah adalah harga untuk jasa-jasa yang telah diberikan oleh seseorang kepada orang lain.

3. Menurut Hadi Prabowo

Upah adalah jumlah kesuluruhan yang ditetapkan sebagai pengganti jasa yang telah dikeluarkan oleh tenaga kerja setelah melalui masa dan syarat-syarat tertentu.

4. Menurut Dewan Penelitian Upah Nasional

Upah adalah suatu penerimaan sebagai suatu imbalan dari pemberian kerja kepada penerima kerja untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan.

Dan berfungsi sebagai jaminan kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan, dan produksi dan dinyatakan dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan, perundang-undangan, dan peraturan, dan dibayarkan atas suatu perjanjian kerja antar pemberi kerja dan penerima kerja.

Dari beberapa kesimpulan para ahli dan badan yang berkaitan dengan masalah pengupahan, diambil kesimpulan:

  • Upah dibayarkan dalam bentuk uang
  • Upah dibayarkan karena seseorang melakukan suatu pekerjaan atau jasa tertentu,
  • Waktu pembayaran dapat dibayarkan sebelum, sesudah, atau Sebagian sebelum dan Sebagian lagi sesudah pekerja melakukan pekerjaan,
  • Besarnya upah ditentukan berdasarkan perjanjian.

B. Berbagai faktor penentu besarnya upah

Besarnya standar upah bagi suatu perusahaan dengan  perusahaan lain berbeda. Hal itu disebabkan oleh faktor yang mempengaruhi upah berbeda. Secara umum faktor-faktor penentu besarnya upah adalah:

  1. Penawaran dan permintaan tenaga kerja
  2. Organisasi buruh
  3. Kemampuan perusahaan untuk membayar
  4. Produktivitas tenaga kerja
  5. Biaya hidup
  6. Peraturan pemerintah

C. Aspek keadilan di dalam sistem pengupahan

Di dalam memberikan gaji, pengusaha perlu memperhatikan aspek keadilan. Memperlakukan adil bukan berarti memberikan upah sama kepada setiap pekerja.

Adil artinya menentukan besarnya upah berdasarkan kontribusi yang ditentukan pekerja. Besarnya upah berfariasi tergantung dari besarnya kontribusi pekerja. Semakin tinggi kontribusi pekerja, hendaknya semakin tinggi pula upah yang diterima.

Baca juga:  7 Wasiat Bob Sadino yang Harus Kamu Miliki Jika Ingin Menjadi Pengusaha

Aspek keadilan di dalam pengupahan dibagi menjadi dua hal. Pembagian tersebut didasarkan atas pertimbangan dari mana aspek keadilan tersebut berasal. Dilihat dari aspek tersebut, pertimbangan aspek keadilan dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Keadilan intern

Keadilan intern adalah mempertimbangkan aspek keadilan yang dilakukan dengan membandingkan apa yang telah dikeluarkan oleh seorang pekerja (inputs) dan apa yang diterimanya (out comes) antara pekerja yang satu dengan pekerja lain dalam suatu organisasi.

2. Keadilan ekstern

Keadilan ekstern adalah pertimbangan aspek keadilan yang dilakukan dengan membandingkan apa yang telah dikeluarkan oleh seorang pekerja (inputs) dan apa yang diterimanya (out comes) antara pekerja yang satu dengan pekerja lain dalam tingkat yang setara dengan organisasi lain.

D. Beberapa sistem pengupahan

Sistem pengupahan adalah dasar atau pedoman yang digunakan sebagai acuan penetapan upah. Sistem yang berbeda berdampak pada perhitungan yang berbeda, walaupun mungkin hasilnya sama.

Setiap sistem mempunyai kelebihan yang tidak didapat di sistem yang lain, tetapi tidak terlepas pula mempunyai kelemahan yang justru tidak terdapat di sistem yang lain.

Penentuan sistem pengupahan harus hati-hati karena menyangkut manusia sebagai obyeknya. Ada beberapa pertimbangan sebelum menentukannya, yaitu pertimbangan produktivitas, rasa kemanusiaan, dan rasa keadilan antar pekerja. Secara umum, sistem pengupahan dibagi menjadi lima:

  1. Sistem upah menurut banyaknya produksi,
  2. Sistem upah menurut lamanya kerja,
  3. Sistem upah menurut lamanya masa kerja,
  4. Sistem upah menurut kebutuhan pekerja, dan
  5. Sistem upah gabungan.

E. Hubungan antara upah dan kepuasan kerja

Kepuasan kerja adalah perasaan orang terhadap pekerjaannya. Semua pekerja ingin mendapatkan penghasilan yang memuaskan. Kepuasan kerja bersifat individual, artinya apa yang dirasakan puas bagi seseorang belum tentu puas bagi lainnya.

Baca juga:  Lirik Legitnya Bisnis Pancake Durian Manis Asli Medan

Memuaskan orang sangat sulit, ini disebabkan individu berubah dan berkembang sesuai situasi dan kondisi yang dihadapi.

Dari pernyataan tersebut, bukankah mencari kepuasan kerja pekerja suatu kesia-siaan? Bila harapanya semua individu puas, jawabannya “ya”, tetapi manajemen harus mengupayakan sedemikian rupa sehingga lebih banyak pihak yang merasa puas dibandingkan yang tidak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja

1. Faktor psikologik

Merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi psikologis invidivu seseorang seperti minat, bakat, ketentraman dalam bekerja, sikap terhadap kerja, dan lain yang sejenis.

2. Faktor sosial

Merupakan faktor yang berhubungan dengan interaksi sosial baik antara sesama pekerja, pekerja dengan atasan, maupun masyarakat.

3. Faktor fisik

Merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik dan lingkungan kerja seperti jenis kerja, keadaan ruangan, pengaturan waktu kerja dan istirahat, perlengkapan kerja, peralatan keselamatan kerja, dan lain yang sejenis.

4. Faktor finansial

Merupakan faktor yang berhubungan dengan jaminan serta kesejahteraan karyawan yang meliputi besarnya upah dan sistem penggajian, jaminan sosial, macam-macam tunjangan, fasilitas yang diberikan, dan lain yang sejenis.

Itu dia artikel tentang Pengertian Upah: Faktor Penentu, Aspek Keadilan, dan Hubungan Upah Terhadap Kepuasan Kerja, semoga bermanfaat ya. Jangan lupa baca juga pengertian motivasi dan jenis-jenis motivasi.

Mau kenal sama kami lebih jauh Anda bisa temukan kami di Twitter dan Facebook.