Beranda Bisnis Ingin Ternak Sapi? Kenali Tips Sukesnya Berikut Ini

Ingin Ternak Sapi? Kenali Tips Sukesnya Berikut Ini

Tips Sukses Ternak Sapi
Image: Pixabay

Bisnis ternak sapi memang terlihat cukup menguntungkan karena total konsumsi daging sapi di Indonesia sendiri mencapai 700 ton. Bahkan Indonesia masih harus membeli dagin sapi dari luar negeri. Hal ini bisa menjadi peluang bagi anda yang ingin memulai ternak sapi.

Namun, memulai ternak sapi memiliki banyak tantangan. Anda tidak akan bisa sukses tanpa mengetahui persiapan yang tepat dalam merawat sapi. Karena itu, perhatikan tips sukses ternak sapi berikut ini:

1. Mempersiapkan Kandang

Hal pertama yang harus anda perhatikan ketika ingin beternak sapi adalah membuat kandang yang tepat. Sejauh ini, ada dua tipe kandang sapi yang paling sering digunakan, yaitu tipe tunggal dan tipe ganda.

Tipe tunggal merupakan kandang sapi dengan bilik sapi yang dibuat sejajar. Jika anda masih memiliki sapi yang sedikit, tipe yang satu ini sangat cocok dan efisien dalam memakai ruangan kandang.

Seperti namanya, tipe ganda adalah kandang sapi dengan bilik sapi yang dibuat dengan 2 baris. Kebalikan dengan kandang tipe tunggal, kandang sapi tipe ganda lebih cocok dipakai untuk peternakan dengan jumlah sapi yang sudah banyak.

Satu bilik sapi idealnya memiliki ukuran sekitar 2,5 meter x 2 meter. Ukuran ini sudah sangat ideal untuk sapi. Tempat pakan dan minum dapat diletakkan di luar kandang sehingga menghemat tempat.

Pastikan anda membangun kandang di tempat yang sedikit lebih jauh dari pemukiman warga. Jarak yang ideal antara kandang dan pemukiman warga adalah sekitar 10 meter.

2. Memilih Jenis Bibit Sapi

Kalau sudah membuat kandang yang tepat, kini saatnya anda mencari bibit sapi. Ada banyak sekali jenis sapi yang bisa anda pilih, yaitu sapi bali, sapi brahman, sapi limousin, sapi madura, dan sapi ongole.

Baca juga:  Contoh Usaha Online Modal Kecil Yang Menguntungkan

Jika anda melihat sapi dengan warna hitam dan pantat berwarna putih, anda sedang melihat sapi bali. Sapi lokal yang cukup digemari ini memiliki tekstur daging yang sangat lembut.

Sapi brahman memiliki ciri badan yang berwarna cokelat serta kepala berwarna putih. Daya tahan tubuh sapi brahman sangat kuat karena bisa tahan terhadap cuaca panas dan gigitan serangga.

Sapi limousin merupakan sapi yang berasal dari Perancis dengan ukuran yang sangat besar. Tingkat reproduksi sapi yang satu ini sangat tinggi sehingga bisa menghasilkan banyak keturuan dalam waktu yang cepat.

Seperti namanya, sapi madura adalah sapi lokal dengan ciri-ciri warna badan yang cokelat dan kaki putih. Sapi madura memiliki ukuran yang paling kecil dibandingkan sapi yang lainnya.

Terakhir, sapi ongole bisa anda kenali dari badannya yang berwarna putih. Sapi yang satu ini memiliki badan yang cukup panjang.

Apapun jenis sapi yang anda pilih, pastikan anda memilih sapi yang berkualitas. Bibit sapi yang berkualitas bisa dilihat dari umur dan berat badannya. Umur 2 tahun dengan berat 200 kg merupakan ukuran ideal untuk bibit sapi.

Mata yang bersih, tidak ada luka pada kulit, memiliki bulu halus, bernafas dengan normal, kuku yang bersih, serta ekor dan anus yang bersih menjadi tanda bibit sapi yang berkualitas.

Pilihlah sapi yang jantan karena pertumbuhannya yang sangat cepat dibandingkan sapi betina.

3. Memberikan Pakan yang Tepat

Beternak sapi bukan hanya perihal membeli sapi dan kemudian menjualnya kemudian hari. Anda perlu melakukan perawatan yang tepat, salah satunya dengan memberikan pakan yang tepat.

Ada beberapa syarat nutrisi yang harus terpenuhi untuk sapi, yaitu banyaknya pakan minimal harus 10% dari berat badan sapi, pakan konsentrat minimal 2%, garam sekitar 15 gram hingga 30 gram, dan kalsium sebanyak 13 gram hingga 30 gram.

Baca juga:  7 Jenis Usaha Yang Cocok Untuk Mahasiswa

Anda bisa memberikan nutrisi tersebut dalam 2 hingga 3 kali makan dalam sehari. Ada baiknya memberikan pakan konsentrat terlebih dahulu sebelum memberikan pakan hijau. Memberikan pakan hijau yang terlalu berlebihan dapat membuat sapi mengalami kesulitan pencernaan.

Pemberian pakan yang tepat akan menunjang bobot sapi meningkat, dan juga menjadi salah satu cara penggemukkan sapi yang menghasilkan bobot secara maksimal. Tentu saja mempengaruhi kualitas harga jual yang didapatkan.

4. Mengatasi dan Mencegah Penyakit

Ada banyak penyakit yang sering menyerang sapi, seperti brucellosis, radang hati, antraks, salmonella, jembrana, dan masih banyak lagi yang lainnya. Penyakit-penyakit pada sapi ini menunjukkan gejala yang berbeda-beda, seperti diare, kesulitan bernafas, hingga tidak nafsu makan.

Pada gejala yang sudah parah, penyakit ini dapat membuat sapi mengalami kematian. Anda dapat mengatasi penyakit pada sapi dengan memberikan anti bakteri, anti virus, dan memberikan pakan yang tepat, tergantung dari penyebab penyakitnya.

Anda juga bisa mencegah penyakit pada sapi dengan membersihkan kandang secara konsisten, memberikan vaksin, memeriksa kondisi sapi, dan menjaga kebersihan sapi.

Jika ada sapi yang sudah terinfeksi penyakit, segera pisahkan dari sapi yang lain agar penyakit tidak menular.

5. Menjaga Kebersihan Kandang

Kandang yang bersih menjadi cara untuk mencegah penyakit pada sapi. Karena itu, anda harus sering membersihkan kandang sapi.

Pertama, anda harus mematikan kebersihan diri sendiri terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kandang sapi. Pastikan juga kebersihan alat yang akan anda pakai.

Membersihkan kandang dimulai dengan membasahi semua lantai kandang dan membuang kotoran dari dalam kandang. Cuci dengan air sabun pada bagian lantai, dinding, hingga atap kandang. Setelah itu, bilas lagi semua bagian tersebut dengan air bersih.

Baca juga:  Merubah Sampah Menjadi Ladang Bisnis Yang Menguntungkan

Terakhir, gunakan desinfektan untuk memastikan bakteri dan virus telah mati dari kandang sapi.

Jangan lupa membersihkan tempat pakan dan minum sapi dengan cara yang sama. Buang pakan yang belum habis dari tempat pakan. Anda harus membersihkan kandang sapi setidaknya dua kali dalam sehari.

6. Memantau Kesehatan Sapi

Anda juga perlu memantau kesehatan sapi untuk memastikan semua sapi dapat dijual pada saat panen. Sapi yang sudah mengalami sakit juga rentan menurunkan penyakit yang sama pada anaknya.

Anda bisa memantau kesehatan sapi dengan melihat berbagai ciri-ciri, seperti mata yang bersih, hidung yang tidak basah, mulut yang bersih, dan telinga yang bersih. Selain itu, sapi yang sehat juga memiliki bulu yang bersih.

Perhatikan bagian kaki sapi, terutama bagian kuku. Sapi yang sehat memiliki kuku yang beresih dan tidak bengkak. Sapi yang sakit juga memiliki kuku yang panas ketika anda menyentuhnya.

Periksa juga bagian ekor dan anus sapi. Jika sehat, sapi akan memiliki anus yang bersih dan ekor yang kuat. Anda perlu memeriksakan ke dokter jika anus sapi mengeluarkan cairan dan kotoran yang tidak normal.

Untuk mencegah penyakit karena virus, anda juga bisa memberikan vaksin kepada sapi. Vaksin umumnya diberikan secara rutin.

Itulah banyak tips yang bisa anda lakukan agar bisa beternak sapi dengan sukses. Perawatan menjadi kunci yang sangat penting dalam beternak sapi. Pastikan sapi mendapatkan perawatan yang benar agar bisa tumbuh dengan optimal. Jika sapi tumbuh dengan sehat, harganya juga semakin mahal.

Mau kenal sama kami lebih jauh Anda bisa temukan kami di Twitter dan Facebook.

Artikel sebelumnyaMenghindari 4 Kebiasaan Jual Beli yang Tidak Syar’i

Komentar